-
Tulisan Terkini
Komentar Terakhir
Mr WordPress on Hello world! Arsip
Kategori
Meta
Kupu-Kupu Malam Itu
Siapa saja yang memandangmu, selalu mencemohkanmu, membencimu, mencacimu .Semua yang buruk yang ada dalam pikiran mereka. Mereka selalu melihat semua yang ada dalam dirimu itu buruk. Mereka tak tahu bahwa keindahan sejati itu ada padamu. Seperti juga yang ada pada mereka. Jika kamu menemukan keindahan itu. Itulah hidup yang sebenarnya. Hidup yang selama ini kamu cari. Jika kamu temukan. Kamu rasakan dan penuh penghayatan. Tak mungkin mereka seperti itu. tak mungkin mereka seusil itu. Yang ada mereka semakin sayang, cinta bahkan tergila-gila padamu.
Malam berganti malam, kehidupanmu hanyalah pada kehidupan yang tak kekal. Apa yang kamu cari selama ini tak lain hanyalah kesenangan semu. Jika kamu mau jujur. Bukan itu yang kamu cari. Yang kamu cari adalah apa yang bisa memberikan kebahagiaan sejati. Hanya saja semua itu tertutupi oleh nafsu dan ke-egoanmu. Kamu lupa dan kamu tak sadar bahwa itu semua yang menjebak dan menjerumuskanmu ke dalam kubangan kegelisahan. Kegelapan dalam kegelapan. Tanpa ada sinar dan cahaya terang untukmu.
Kecantikanmu, kelembutanmu, serta tutur katamu seakan kamu tak pernah mensyukurinya. Kamu tak pernah menyadarinya. Bahwa segala yang kamu diberikan itu adalah milik-Nya. Bahwa apa yang kamu rasakan itu adalah kepunyaan-Nya. Apalagi. Semuanya hanyalah untukmu.
Orang Jawa Tertawai Yahudi
Dunia digenggamnya dengan segala cara. Mereka melihat dunia ini adalah sebuah tempat yang paling indah untuk menemukan kebagiaan hidup. Itulah mungkin surga bagi mereka. Apa saja yang ada di dunia ini adalah sebuah tipu daya. Sebuah permainan cahaya (sufistik) Makanya dengan segala pengetahuan dan sekaligus pemahaman mereka tentang alam semesta ini ia ingin menguasai dunia. Muncullah kesombongan mereka, yang di wujudkan dengan sepak terjangnya dan segala ke-egoannya untuk menguasai dunia secara global. Saking pahamnya (arogansi…), mereka tertawa di balik layar mereka. Ternyata manusia di muka bumi ini semakin lama semakin bodoh karena kepintarannya (zionisme salah kaprah..hahaha..)
Itu masih dalam konteks pemahaman….( arogan sekali yahudi itu, memang hanya mereka yang paham..?)….hikkks…!”. Orang-orang jawa juga banyak yang paham mengenai apa yang dipahami yahudi-yahudi itu. Namun, ilmu tentang kesempurnaan dari pemahaman itu yang belum mereka temukan (hehehe…hingga saat ini mereka cari) Kalau begitu, kenapa musti ia jadi arogan – sombong dan ingin menguasai dunia..?
Nah itu dia masalahnya..! (inilah benang merahnya bro”…, halus banget), saya berpikir begini. Jika flash back sejarah ke belakang dengan beberapa literature kuno bahwa ada sebuah kajian yang di kenal dengan “teosof”. Sebuah kajian ilmu dan pemahaman yang mirip dengan filsafat atau bagaimana anda menginterpretasikannya. Saya kaji dari beberapa literatur tersebut bahwa sebuah pemahaman “Teosof” memang awal mulanya dari yahudi (Nabi Musa). Padahal, ribuan tahun yang lalu orang-orang jawa utamanya dari kalangan bangsawan (berdarah biru) , tak ketinggalan dalam pemahaman Teosof ini. Buktinya , ada beberapa tokoh di Tanah Jawa yang sempat berpengaruh sebagai teosof dunia.
Pengaruh tersebut lebih ditunjukkan dengan pemikiran-pemikirannya yang sangat holistik dan universal dalam meilhat manusia sebagai mahluk derajat tertinggi di alam semesta ini. Tidak hanya itu, dengan pemikiran-pemikiran yang “teosof” itu, haruslah mereka wujudkan dengan akhlak atau perbuatan yang baik dalam lakon mereka di dunia nyata ini. Karena alam itu sendiri berinteraksi (ada feedback) kepada orang-orang yang selalu sadar dengan esensi dan eksistensinya terlahir di jagad raya ini. Kalangan teosof jawa ini memahami bahwa ada sebuah poros atau inti dari alam semesta ini. Dengan begitu, inti atau poros tersebut yang memberikan sebuah jawaban-jawaban dalam mencari misteri Tuhan yang tiada batas itu.
Itulah bagi orang-orang teosof bangsawan jawa dulu, yang juga sempat mempengaruhi dunia dengan pemikiran-pemikirannya yang di dapatkan dari hasil eksperimen laboratoriumnya sendiri. Hanya saja dalam perjalanannya menuai banyak hambatan dan tantangan. Terlebih lagi tokoh-tokoh dari sesepuh Tanah Jawa tersebut satu persatu telah wafat. Bagusnya, karena semasa hidupnya para sesepuh teosof itu telah mewariskan kepada sahabat dan muridnya apa yang mereka telah dapatkan. Namun tidak secara sembarangan. Paling tidak pewaris tahta itu bisa melanjutkan pengetahuan mereka mengenai “teosof” hingga saat ini yang semakin hari semakin langkah.
Selangkah-langkahnya namun tetap masih ada dan terus ada hingga alam semesta ini masih ada. Karena masih adanya orang-orang itu, zion-zion yahudi terus memantau dan memonitor bahwa di Tanah Jawa atau mereka kenal dengan Nusantara ada orang-orang yang mengerti persis mengenai apa yang mereka ketahui, mereka tak ingin ada orang-orang yang bisa menyamai mereka di dunia ini. mereka tak mau kepintaran-kepintaran mereka tersaingi. Mereka mau manusia-manusia di dunia ini bodoh dan miskin (semua dan semuanya deh…sampai bagaimana mereka genggam dunia ini..) Itulah barangkali ambisi mereka, keserakahan mereka dan sesatnya mereka. Padahal sebenarnya apa yang mereka cari-cari itu ada di tanah Jawa. Orang-orang Jawa pun senyum dikulum lalu menertawainya dengan berkata “sombong akan kebodohannya”.
Dunia Digenggam Oleh Orang Jawa…
Tulisan ini di posting di Kompasiana, 09 Juli 2010, jam 19.42
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis pada Renungan
1 Komentar











